Bubarlah saja,
Cerita ini rumpang,
Mengisinya tidaklah gampang,
Ditambah kamu yang menyimpang,
Sementara aku selalu terus bertahan,
Jika dilanjutkan, aku bimbang,
Cerita ini rumpang,
Mengisinya tidaklah gampang,
Ditambah kamu yang menyimpang,
Sementara aku selalu terus bertahan,
Jika dilanjutkan, aku bimbang,
Haruskah selalu aku yang meluruskan?
Sedangkan kamu hanya berdiam,
Kadang pergi kadang datang,
Kamu yang mengatur, aku yang menjalankan,
Sedangkan kamu hanya berdiam,
Kadang pergi kadang datang,
Kamu yang mengatur, aku yang menjalankan,
Padahal ini hidupku, ada hak untuk menentang,
Tapi tuan, kamu yang menang,
Rasa cintaku sudah dalam,
Mau dibuang pun, sudah tenggelam,
Tapi tuan, kamu yang menang,
Rasa cintaku sudah dalam,
Mau dibuang pun, sudah tenggelam,
Jadi aku bingung, walaupun,
Kamu yang mengacuhkan, tapi aku terima dengan tenang,
Dan ketika kamu datang, rasa senangku bukan kepalang.
Kamu yang mengacuhkan, tapi aku terima dengan tenang,
Dan ketika kamu datang, rasa senangku bukan kepalang.
Terimakasih tuan, kamu pernah menenangkan,
Terimakasih juga tuan, kamu pernah menyakitkan.
Terimakasih juga tuan, kamu pernah menyakitkan.
- G, 2018.
0 komentar:
Posting Komentar